72-ketapang-kencana-terminalia-mantaly

MENGENAL SOSOK IBNU SINA SANG BAPAK KEDOKTERAN

 Ibnu Sina atau yang juga dikenal dengan Avicenna, mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa Ibnu Sina merupakan salah satu tokoh muslim yang memiliki julukan Bapak Kedokteran Dunia dan Bapak Kedokteran Modern. Salah satu fakta Ibnu Sina yang lainnya adalah Ibnu Sina juga merupakan penulis yang sangat produktif.

Sebelum membahas lebih dalam tentang fakta Ibnu Sina, kita akan membahas sedikit mengenai latar belakangnya. Ibnu Sina lahir di Afshona, yaitu salah satu daerah di Uzbekistan. Ibnu Sina lahir pada tahun 370 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 980 Masehi. Salah satu fakta Ibnu Sina, memiliki nama lengkap Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hassan Ali bin Sina. Ibnu Sina wafat pada tahun 428 Hijriah atau 1037 tahun Masehi. Ibnu Sina wafat di Hamedan yang merupakan kota di barat laut Iran.

Fakta Ibnu Sina yang akan kita bahas di bawah ini, sedikit banyak dapat menambah wawasan kita, terutama menyadarkan kita bahwa sangat banyak tokoh-tokoh muslim yang sangat di perhitungkan pada berbagai bidang keilmuan, bahkan tidak sedikit pemikiran-pemikiran tokoh muslim tersebut memberi sumbangsih terhadap perkembangan pengetahuan modern yang ada saat ini.

Jadi, apa sajakah fakta Ibnu Sina tersebut? Di bawah ini Liputan6.com telah merangkum beberapa fakta Ibnu Sina yang baik untuk dijadikan bahan pengetahuan baru tentang salah satu tokoh muslim yang sangat berpengaruh di dunia, Kamis (30/4/2020).


1. Memiliki minat belajar tinggi sejak masih kecil

Hal tersebut cukup menjadi keuntungan dari Ibnu Sina kecil, karena lingkungan keluarganya memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Ibnu Sina belajar Al-Quran dan sastra dari ayahnya. Ayah dari Ibnu Sina bahkan juga mendatangkan guru Al-Quran, tujuannya agar Ibnu Sina belajar lebih dalam mengenai Al-Quran dan membantu Ibnu Sina dalam menghafal Al-Quran. Itulah mengapa pada saat Ibnu Sina berusia 10 tahun, dirinya sudah mampu menghafal Al-Quran.

Ibnu Sina, selain mempelajarai sastra dan Al-Quran, dirinya juga mempelajari bidang keilmuan lainnya, seperti matematika, geometri, fikih, sains, dan kedokteran. Saat anak-anak, bahkan dirinya telah belajar ilmu tafsir, ushuluddin, dan tasawuf. Itulah mengapa, tidak heran jika Ibnu Sina saat masih belia, dia sudah lebih cerdas dibandingkan anak-anak seusianya.


2. Memberi sumbangsih tidak hanya pada ilmu kedokteran

Tetapi, Ibnu Sina sebenarnya lebih banyak menelurkan karya pada bidang ilmu filsafat jika dibandingkan dengan ilmu kedokteran. Hal ini terlihat dari karya yang telah dia buat. Pada bidang kedokteran, yang dia buat sebanyak 40 karya, sedangkan pada bidang filsafat, Ibnu Sina mengeluarkan sekitar 150 karya. Dan karya filsafat yang dibuat oleh Ibnu Sina memang merupakan buah dari pemikiran dan kecerdasan selama hidupnya.

3. Menyembuhkan penyakit Raja Bukhara saat usia 18 tahun

Pada saat Ibnu Sina berusia 18 tahun, dirinya mampu menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Raja Bukhara yang bernama Nuh bin Mansur. Pada waktu itu, penyakit dari Nuh bin Mansur sedang dalam keadaan yang sangat parah, dan bahkan tidak ada satupun dokter yang mampu menyembuhkannya. Dan saat itu, disaat kemampuan Ibnu Sina dalam mengobati penyakit sudah mulai terkenal ke seantero negeri, maka dirinya diundang ke istana Nuh bin Mansur, dan sang raja akhirnya sembuh dengan perawatan dari Ibnu Sina.

Setelah Ibnu Sina berhasil menyembuhkan sang raja, hubungan keduanya menjadia semakin dekat. Sang raja yang memiliki koleksi buku yang sangat lengkap di perpustakaannya, memberikan akses bagi Ibnu Sina agar dapat mengunjungi perpustakaan tersebut dengan mudah. Dengan kemudahan tersebut, Ibnu Sina meandapatkan ilmu baru dan semakin memperluas wawasan terhadap bidang keilmuan lainnya.


4. Mendapat gelar pada bidang filsafat

Pengakuan terhadap Ibnu Sina dapat dilihat dari beberapa gelar yang diberikan oleh orang-orang kepada dirinya, salah satunya di bidang filsafat. Pada bidang filsafat, Ibnu Sina mendapat gelar asy-Syaikh ar-Rais atau yang memilki arti Guru Para Raja. Karena di bidang filsafat, Ibnu Sina memiliki cara pikir mengenai keagamaan yang sangat mendalam. Pemahaman Ibnu Sina terhadap keagamaan tersebut, sangat berpengaruh terhadap cara pandang filsafatnya.

Salah satu pemikiran dari Ibnu Sina yaitu meyakini bahwa alam diciptakan secara emanasi atau maksudnya adalah memancar dari Tuhan. Ibnu Sina juga mengemukakan pemikiran filsafat tentang jiwa (an-nafs), serta tentang kenabian. Ibnu Sina memiliki pendapat bahwa nabi merupakan manusia terunggul dan nabi merupakan pilihan Tuhan. Seorang filsuf hanya dapat menerima ilham, namun nabi dapat menerima wahyu. Itulah mengapa, ajaran yang dibawa oleh nabi haruslah menjadi pedoman bagi kehidupan manusia.

5. Menciptakan karya yang berkontribusi besar di bidang kedokteran

Pada pokok bahasan yang keempat, menjelaskan tentang beberapa jenis penyakit yang masih ada hingga saat ini. Dan pada pokok bahasan kelima dibahas beberapa hal yang menjelaskan mengenai obat-obatan dan cara meraciknya.

Sangat banyak hal yang bisa dibahas mengenai fakta Ibnu Sina. Namun, beberapa hal diatas merupakan alasan utama, mengapa nama besar Ibnu Sina masih abadi di berbagai bidang ilmu pengetahuan.


Sumber : https://www.liputan6.com/