58-manfaat-mahkota-dewa-dan-efek-sampingnya-juga-cara-pengolahannya

Tikus putih

Tikus putih merupakan hewan percobaan yang sering digunakan pada penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Hal ini dikarenakan hewan pengerat ini memiliki kelebihan sebagai model yang mencerminkan karakter fungsional dari sistem tubuh mamalia.

Tikus putih ini memiliki banyak keunggulan seperti perkembangbiakan yang cepat, ukuran yang lebih besar dari mencit, dan mudah dipelihara dalam jumlah yang banyak. Selain itu tikus tergolong hewan yang tidak dapat muntah. Hal tersebut dikarenakan struktur anatomi tikus yang tidak lazim. Organ esofagusnya bermuara ke dalam lambung dan tidak mempunyai kantong empedu.

Disamping itu, tikus putih populer sebagai salah satu hewan eksperimental dalam studi fungsi reproduksi karena siklus reproduksinya yang lebih singkat. Ini pula yang membedakan tikus dengan hewan percobaan lain. Kelebihan lainnya sebagai hewan laboratorium adalah sangat mudah ditangani, dapat ditinggal sendirian dalam kandang, dan berukuran cukup besar sehingga memudahkan pengamatan (Smith dan Mangkoewidjojo, 1988).

Untuk menggunakan hewan ini sebagai hewan percobaan biasanya peneliti sudah memiliki kriteria sendiri. Adapun kriteria dalam menentukan tikus putih sebagai hewan percobaan, diantaranya dilihat dari kontrol pakan (nutrisi), kontrol kesehatan, kontrol perkawinan, jenis, umur, bobot badan, jenis kelamin, dan silsilah genetik.

Sumber : www.greeners.co/flora-fauna/tikus-putih-teman-peneliti-bereksperimen/